Jumat, 17 Juli 2015

ANALISA DAN STUDI PENANGANAN MASALAH SUNGAI CITARUM

ANALISA DAN STUDI PENANGANAN
 MASALAH SUNGAI CITARUM
KONSERVASI PENANAMAN POHON TERPADU
DI PROVINSI JAWA BARAT
 “ SOSIALISASI DAN PENELITIAN AIR SUNGAI CITARUM “
PASTI ALAM HAYATI

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt, karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah Genersi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia ( GPP – NKRI ) bersama Masyarakat telah berjalan 2 (dua) tahun dalam pelaksanaan Konservasi Penanaman Pohon di DAS Citarum.Sebanyak 21.000 pohon sudah tertanam, mulai dari Daerah Sapan sampai Desa Bojongsari sepanjang 13 KM.
Motivasi - Aspirasi dari segala pihak yang terlibat dalam Pelaksanaan Program“ Analisa dan Studi Penanganan Masalah Sungai Citarum – Provinsi Jawa Barat ini. Karena dengan curahan pendapat dan pikiran yang diterima oleh Tim GPP - NKRI, Program ini dapat berjalan dan berkembang sebagaimana mestinya. Sebelumnya, Tim GPP - NKRI memohon maaf jika dalam penyusunan Program ini terdapat  kesalahan dan kekurangan. Baik dari kesalahan kata maupun hal-hal lainnya yang tidak berkenan di hati, karena pelaksanaan program ini dilandasi dengan semangat juang yang tinggi, Dasar pola semangat “ Mandiri, Kreatif, dan Penuh Wawasan Kebangsaan “. Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu.“ Bersama Masyarakat Tumbuh Satu tumbuh Seribu “Maka dari itu, Tim GPP-NKRI, sangat membutuhkan kritik dan saran dari pihak lain agar kualitas dari pelaksanaan kegitan ini dapat lebih ditingkatkan di masa mendatang.

Bandung, 10 Nopember 2014.
TIM GPP – NKRI.
DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………....... i
 Daftar Isi ……………………………………………………………….ii
Bab I Pendahuluan……………………………………………………. 1
Bab II Kegiatan dan Rincian Data lahan………………………..........2
Bab III Penutup ……………….………………………………………3

BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG.

Menjaga kelestarian lingkungan dengan meningkatkan daya dukungnya melalui penambahan populasi pohon di Daerah Aliran Sungai Citarum Provinsi Jawa Barat, serta lahan-lahan kritis atau terdegradasi yang sering disebut dengan Rehabilitasi lahan sudah sering dilakukan. Kegiatan yang diharapkan dapat menghindari berbagai bencana alam ini dan kerusakan yang lebih parah baik dalam kawasan DAS Citarum  maupun diluar kawasan DAS Citarum biasanya dilakukan dengan menggunakan pohon-pohon yang bernilai ekonomis tinggi, karena selain dapat dimaanfaatkan sebagai perbaikan lahan, kayunyapun dapat dimaanfaatkan untuk kebutuhan perkayuan.Se-iring berjalannya Konservasi penanaman pohon di Bantaran, Pinggiran, dan Tebing Daerah Aliran Sungai Citarum . Sementara di DAS Citarum terdapat Sodetan-sodetan Sungai Citarum Lama, yang mana sudah ada yang beralih pungsikan untuk kepentingan Pabrik, dan di jadikan Perumahan.Sebagian lagi menjadi lahan kritis. Maka dengan itu pula Tim GPP-NKRI dan Camat Bojongsoang, Kepala Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang sepakat Sodetan Sungai Citarum Lama Cibarangbang yang berada di wilayah Desa Bojongsari ini di Jadikan  Lahan Konservasi “HUTAN RAKYAT WISATA BUDAYA “ serta Pusat Penelitian Air Sungai Citarum. Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal SDA  Balai Besar Wilayah Sungai Citarum PPK-OPSDA 2. Pengembangan Kegiatan Program Konservasi Das Terpadu yaitu : Sosialisasi dan Penelitian Air Sungai Citarum  meliputi Program “ Budidaya Ikan Hias” – “ Budidaya Ikan Konsumsi “.Pertanian serta peternakan.

B.     TUJUAN.

Tujuannya adalah untuk memperbaiki kondisi lahan yang sudah rusak, Air Sungai sudah tercemar serta meningkatkan produktivitas Air Sungai Citarum dalam kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem yang meliputi unsur lingkungan, social dan budaya.

C.     SASARAN.

Program Konservasi Penanaman Pohon DAS Terpadu, Sosialisasi & Penelitian Air Sungai Citarum. Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal SDA Balai Besatr Wilayah Sungai Citarum PPK- OPSDA 2 dan Generasi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia ( GPP _ NKRI ) ini dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik DAS Citarum serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Penelitian dan pengembangan, Pendidikan, Pelestarian plasma nuftah, dan atau Budidaya jenis jenis Ikan Air Tawar, Baik Jenis Ikan Hias maupun Jenis Ikan Konsumsi dan Jenis tumbuhan tanaman Hias.Konsep Program ini berdasarkan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal SDA Balai Besar Wilayah Sungai Citarum PPK- OPSDA 2 agar dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang diharapkan dari kegiatan program ini.

BAB II
KEGIATAN DAN RINCIAN DATA LAHAN

1.      PENGGUNAAN LAHAN.

Lahan kritis/Sodetan Sungai Citarum Lama yang akan direhabilitasi ini terdapat di Daerah Cibarangbang Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Lahan ini tidak digunakan lagi sejak tahun 2002, sebenarnya di lahan ini sangat produktif, namun karena milik pemerintah masyarakat enggan menggunakan lahan ini, masyarakat hanya menggunakan lahan ini untuk memancing dan diambil rumputnya. Oleh karena tidak ada yang mengurus, maka lahan Sodetan  ini menjadi rusak sehingga perlu dilakukan rehabilitasi. Berdasarkan Peta Lokasi di Desa Bojongsari, masih ada lagi 5 (lima) Sodetan Sungai Citarum yang harus segara di selamatkan.

Lahan Sodetan Sungai Citarum Lama ( Lokasi Desa Bojongsari Kec. Bojongsoang )

Mengacu pada kegiatan Konservasi DAS Terpadu GPP-NKRI bersama Masyarakat, Tim GPP-NKRI membuat pemetaan dan pengukuran luas lahan Sodetan Sungai Citarum Lama Cibarangbang.  Maka dari itu, untuk memperbaiki kondisi lahan Sodetan Citarum lama,  tersebut akan dilakukan suatu  kegiatan rehabilitasi. Yang akan mendukung kelestarian lingkungan hidup dan menciptakan kembali ekosistem yang telah rusak. Lahan Sodetan/kritis ini akan digunakan 100% untuk Pusat kegiatan Penelitian dan Pelatihan dalam rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Citarum .

2.    KEGIATAN YANG SUDAH & SEDANG BERJALAN.

Di dalam pelaksanaan program Konservasi Penanaman Pohon Terpadu di DAS Citarum  bersama masyarakat telah terwujud antara lain :
a.     Penanaman Pohon dari daerah sapan sampai daerah bojongsari sepanjang 13 KM. Pohon yang tertanam 21.000 pohon. Dengan pohon penyulaman 4000 pohon. Pohon – pohon tersebut merupakan bantuan yang di berikan oleh Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial. Direktorat Bina Pembenihan Tanaman Hutan. ( BPTH Jawa-Madura di Sumedang ).
b.     Kegiatan yang sedang berjalan selain merawat dan pemeliharaan pohon yang sudah tertanam, membangun Pusat Koordinasi DAS terpadu dan “ Hutan Rakyat Wisata Budaya” di DAS Citarum..
c.     Bio-fisik meliputi situasi lapangan antara lain topografi, curah hujan/musim tanam, kondisi tanah, sarana dan prasarana Bio-fisik, kondisi lokasi tersebut  memiliki kelerengan 20%,tanaman yang digunakan untuk Rehabilitasi adalah mahoni dan intisia.

d.     Social-ekonomi antara lain demografi, kepemilikan lahan, keadaan harga atau upah, sarana prasarana termasuk transpormasi Social-ekonomi, pada lahan ini tidak terdapat sengketa tanah.
e.     Data dan Konsep kegiatan acuan program dibuat tersendiri.

3.      RENCANA PENGADAAN BIBIT

Kegiatan perencanaan dalam tahapan berkelanjutan akan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Juni 2015. Baik di DAS CITARUM. Mengingat bahwa keadaan lahan sudah kritis dan perlu segera ditangani, maka dibutuhkan bibit secepat mungkin agar kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana seoptimal mungkin. Lahan Bantaran, Sepadan, dan Pinggiran DAS Citarum  yang sangat luas ini tentu membutuhkan bibit dalam jumlah yang banyak pula. Kemudian proses jadi bibit juga sangat  mempengaruhi optimalnya kegiatan penanaman. Maka dari  itu, bibit yang akan digunakan adalah bibit yang sudah siap tanam di lapangan.

4.      POLA TANAM DAN SISTEM PENANAMAN

            Pola tanam yang akan digunakan adalah pola tanam tanaman sejenis dan berupa tanaman perkebunan ataupun pertanian tumpang sari. Adapun system penanamannya, digunakan metode penanaman jalur sehingga lebih memudahkan pekerjaan.

5.      RENCANA KEBUTUHAN BIBIT

Untuk menentukan jumlah kebutuhan bibit di lapangan, perlu diperhitungkan perbandingan luasan areal dengan jarak antar tanaman atau lubang tanam kemudian dijumlahkan dengan kebutuhan penyulaman di lapangan. Penyulaman dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerusakan pada tanaman pasca proses penanaman berlangsung dan dalam kurun waktu tertentu.Dalam areal tanam ini, akan digunakan jarak tanam 2 x 3 meter dan persentase kebutuhan penyulaman sebesar 20%. Maka, di peroleh jumlah kebutuhan bibit ( terlampir ). :

6.      PEMILIHAN JENIS TANAMAN

jenis tanah dan keadaan tempat tumbuh serta tingkat ekonomis yang dapat didapatkan maka tanaman yang dipilih ialah tanaman intsia.Sehingga apabila tumbuh, maka tidak hanya memperbaiki kondisi lahan, namun juga dapat meningkatkan kualitas produksi. Tanaman ini dipilih berdasarkan rencana awal kegiatan penanaman dalam rangka rehabilitasi yang bertujuan utama memperbaiki kondisi alam dan mengembalikan ekosistem yang telah rusak. Selain itu, nantinya status penanaman pohon DAS TERPADU di Bantaran, Sepadan dan Pinggiran Aliran Sungai ini akan dikembalikan seperti semula yaitu sebagai lahan konserpasi terpadu kemasyarakatan agar pengelolaannya dapat dilakukan oleh masyarakat sekitar DAS Citarum, dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan masyarakat sekitar DAS.. Upaya ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran masyarakat sekitar DAS.

BAB III PENUTUP

Demikian penyusunan rincian Program GPP-NKRI dalam kegiatan Konservasi Penanaman Pohon Terpadu dalam rangka Analisa dan Studi Penanganan Masalah Sungai Citarum di Jawa Barat , ” Sosialisasi dan Penelitian Air Sungai Citarum “ di Provinsi Jawa Barat. semoga program  yang diajukan ini dapat disetujui sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kami sangat berharap program ini dapat dipertimbangkan,  mengingat kondisi lahan Bantaran, Sepadan dan Pinggiran DAS yang semakin lama semakin parah sehingga perlu segera ditangani sebagaimana mestinya
Semoga upaya yang dilakukan bersama ini, dengan izin dan pertolongan dari ALLAH SWT,  diharapkan dapat membawa hasil seperti apa yang diharapkan bersama,  dari upaya ini dapat menjadi pioner untuk project dengan skala yang lebih luas lagi, sehingga diharapkan terjadinya kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dan kemajuan Bangsa Indonesia. Sesungguhnya proposal ini masih jauh dari sempurna, kami mohon masukan dan saran untuk kebaikan bersama
Atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan banyak terima kasih.

         GENERASI  PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN   REPUBLIK INDONESIA                                                            (GPP–NKRI )                                                          
Bandung –2014 Disusun oleh :TIM : GPP-NKRI