Jumat, 08 November 2013

" IPTEK DAN LINGKUNGAN HIDUP "



Manusia senantiasa  melakukan interaksi yang saling mempengaruhi  dengan lingkungan, terutama dengan lingkungan tempat dia tinggal. Interaksi tersebut
merupakan bentuk ketergantungan manusia terhadap lingkungannya, baik
dengan manusia lainnya maupun dengan alam. Seiring dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan yang meningkat terhadap alam, intensitas hubungan antara manusia dengan alam
semakin tidak seimbang, sehingga menimbulkan sejumlah kerusakan lingkungan.
Manusia cenderung mengeksploitasi alam secara berlebihan di luar kemampuan alam
untuk memulihkan dirinya. Walaupun IPTEK dianggap sebagai alat bagi manusia untuk mengeksploitasi alam,  namun IPTEK juga dikembangkan manusia untuk mengelola alam atau lingkungan  guna pelestariannya. Kesadaran manusia yang semakin meningkat,
mendorong munculnya sejumlah upaya untuk mengembang
kan IPTEK yang dapat meminimalisasi kerusakan yang ditimbulkan, sehingga lingkungan dapat lestari fungsinya dalam  mendukung dan memenuhi kebutuhan manusia.

Hubungan IPTEK dengan IMTAQ dalam pengelolaan Lingkungan Hidup
Iptek merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai pengetahuan suatu bidang yang disusun sistematis yang dapat dIgunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di berbagai bidang dengan menggunakan teknologi-teknologi yang ada. Sedangkan Imtaq merupakan kemampuan manusia yang bersifat spiritual, yang merupakan hubungan ciptaan Tuhan dengan penciptanya.
Lingkungan hidup menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup manusia. Begitupun sebaliknya, kehidupan manusia sangat bergantung pada tersedianya sumber daya alam yang memadai dalam lingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup mulai menjadi topic dunia ketika manusia mulai tersentak bahwa bumi sudah tidak ramah lagi dan mulai merasakan dampaknya yang semakin meluas akibatnya berbagai aktivitas manusia itu sendiri. Pertumbuhan pendudukdan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi semakin meningkat aktivitas eksploitasi terhadap alam oleh manusia sehingga membuat alam tidak mampu lagi memperbaiki dirinya sendiri secara alami.
Dengan kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal, mencukupi kebutuhan kehidupan generasi saat ini tanpa harus mengurangi
kemampuannya untuk
memenuhi kebutuhan kehidupan generasi yang akan datang. Sedangkan, teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera dan otak manusia.

Dari pengertian diatas, nampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam kegiatan setiap manusia.
Seseorang menggunakan
teknologi, karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih mudah, lebih aman, dan lebih-lebih yang lain.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan masalah yang diahadapinya. Dalam IMTAQ khususnya dalam al-qur’an dipelajari dengan apa yang namanya IPTEK.

JENIS DAN PERANAN IPTEK DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Latar Belakang Dibutuhkannya IPTEK dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya di Indonesia:
1. Indonesia memiliki Sumber Daya Alam dan Energi yang melimpah
2. Amanat UUD 1945 Amandemen: Negara harus mengelola SKA sebagai modal pembangunan dan kesejahteraan rakyat, Pemerintah berkewajiban untuk memajukan IPTEK (Pasal 31 ayat 5)
3. Adanya persaingan global (pasar bebas) menuntut dukungan IPTEK dalam mengelola SKA
4. Potensi SDM Indonesia sebenarnya tidak ketinggalan dengan negara luar, buktinya pada even-even internasional Indonesia menjuarai Olimpiade Sains Internasional
5. Kemiskinan rakyat di tengah-tengah SKA yang melimpah.
FUNGSI SUMBER KEKAYAAN ALAM (SKA):
1. Penyangga kebutuhan ekonomi, dengan pembangunan berwawasan ekologi lingkungan
2. Sebagai komoditas ekonomi
JENIS IPTEK YANG DUBUTUHKAN INDONESIA
1. EKSPLORASI, menggali SKA yang belum tergali
2. EKSPLOITASI, memanfaatkan /mengambil SKA seoptimal mungkin
3. Pengolahan SDA untuk diubah menjadi produk berdaya saing dan bernilai tinggi
4. Jenis IPTEK yang berwawasan Lingkungan Hidup.
PERANAN IPTEK DALAM PENGELOLAAN LH
1. Pemenuhan kebutuhan dasar manusia
2. Penyediaan dan pengolahan SDA dan energy
3. Pengembangan industry serta pelestarian lingkungan
4. Pertahanan dan keamanan
ASAS PENGGUNAAN IPTEK DALAM PENGELOLAAN LH
1. MAKSIMAL
2. LESTARI
3. BERDAYA SAING 
CIRI KEHIDUPAN MODERN
Adalah kehidupan yang memanfaatkan kemampuan manusia yang diciptakan melalui proses karsa dan rasa yang disebut dengan teknologi.
PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP PADA TINGKAT REGIONAL YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB ASEAN EXPERT GROUP ON THE ENVIRONMENT (AEGE)
1. Konservasi alam dan pengawasan ekosistem daratan
2. Konservasi ekosistem laut
3. Pendidikan dan latihan kurikulum PLH dan latihan pengelolaan pencemaran
4. Pertukaran pengalaman tentang Analisis Dampak Lingkungan
5. Pemantauan pencemaran lingkungan dan industry serta pertukaran informasi tentang lingkungan.
PERMASALAHAN GLOBAL LINGKUNGAN HIDUP YANG URGEN SAAT INI
1. GLOBAL WARMING
2. EFEK RUMAH KACA
3. PENGGUNDULAN HUTAN
4. PENINGKATAN KADAR POLUTAN: POLUSI UDARA, AIR DAN TANAH
5. PEMBUANGAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
LINGKUNGAN
Adalah APA YANG ADA DI SEKITAR KITA YANG DIBEDAKAN MENJADI BEBERAPA MACAM OBJEK ATAU BENDA, BERUPA BENDA MATI, BENDA HIDUP, BENDA KONGKRIT DAN BENDA ABSTRAK.
LINGKUNGAN HIDUP
Adalah kesatuan ruang dengan semua, daya, keadaan dan makhluq hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi peri kelangsungan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (UU RI No. 4 Tahun 1982) meliputi ekosistem (komponen alam dan daya dukung alam) dan sosiosistem (komponen sosio cultural).
3 MOTIF MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
Þ Ekosentrik (Lingkungan Hidup patut mendapat perlindungan untuk kepentingan LH itu sendiri)
Þ Anthroposentrik (LH sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia)
Þ Apatis (acuh terhadap permasalahan-permasalahan lingkungan)
PROSES FOTOSINTESIS PADA KLOROFIL DAUN
Þ 6 CO2 + 6H20 === C6H12O6 + 6 O2
Þ PROSES RESPIRASI (PERNAFASAN) SEBALIKNYA DARI PROSES FOTOSINTESI, YAITU: C6H12O6 + 6 O2 ==== 6 CO2 + 6H20. ***** ( E.KAR/GPP-NKRI )

             GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                                         ( GPP - NKRI ) 2013.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar