Jumat, 26 April 2013

LONGSOR DI BANTARAN SUNGAI CITARUM



Dampak guyuran hujan yang terus menerus sehingga luapan air di Sungai Citarum semakin besar, selain mengakibatkan Banjir di Bandung Selatan ( Baleendah - Dayeuhkolot ), juga terjadi Longsor di pinggiran Sungai Citarum. Lokasi Longsor di Bantaran Sungai Citarum berada di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Berdasar data informasi bahwa Daerah ini belum masuk pada daerah Normalisasi Pengerukan Bantaran Sungai Citarum. ***** ( E-Kar/GPP-NKRI )



                                                                    Foto : Saepulloh-Yono Mulyono/GPP-NKRI


                                                                                        Foto : Saepulloh-Yono Mulyono/GPP-NKRI.



                GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                                              ( GPP - NKRI ) April 2013.

Rabu, 24 April 2013

Bibit Pohon yang akan di Tanam Untuk Daerah " KONSERVASI BANTARAN SUNGAI CITARUM "






                                                                                                       ( Foto : Mu'alimin/Tim GPP-NKRI )

Tahap awal penanaman pohon konservasi bantaran Sungai Citarum di daerah Sapan Sampai Rancamanyar, sepanjang 23,7 Km yang berada di wilayah:  Desa Sumbersari, Kelurahan Jelekong, Desa Rancakasumba, Desa Mekarsari, Kelurahan Manggahang, Kelurahan Baleendah, Kelurahan Andir, Desa Rancamanyar, Kelurahan Wargamekar, Desa Bojongsari. Kabupaten Bandung.***** ( E-Kar ).

                              Generasi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia
                                                        ( GPP - NKRI ) April 2013.

Jalan Kabupaten Garut Sangat Memprihatinkan




 Salah satu bukti foto jalan di lokasi Gunung Buligir Kabupaten Garut, Truk yang tidak ada muatan pun amblas.Masyarakatlah turut membantu mendorong truk. Janganlah ini merupakan kerjaan rutin Masyarakat. ***** ( Foto.Saepuloh ) 


Jalan yang merupakan tulung punggung kemajuan perekonomian di wilayah Pakenjeng Desa Neglasasri Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Masyarakat yang berada di daerah Garut Selatan Minta segera di perhatikan perbaikannya. kepada Aparatur Pemerintahan Kabupaten Garut, Khusunya pada Bupati Garut yang Baru di lantik.***** ( Saepuloh/GPP-NKRI )


                      Generasi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia
                                                  ( GPP - NKRI ) April 2013

Rabu, 10 April 2013

BBWSC KERUK SUNGAI CITARUM





Foto - foto : ( E - Kar/GPP-NKRI ).



       Pengerukan S. Citarum akan terus dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). Hal ini sesuai dengan saran dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI baru melakukan kunjungan ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Bojongsoang, Kab. Bandung. Kepala Satuan Kerja Pelaksaaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSC Ahmad Sajidin mengatakan pengerukan hanya dihentikan saat hujan turun karena pekerjaan tidak akan maksimal saat air mengelir cepat.
“Kunjungan BPK Senin terkait peninjauan lapangan melihat kondisi air S. Citarum yang terkena pencemaran berat, sampah, penggundulan hutan sekitar hulu Citarum. Mereka juga menanam pohon yang diserahkan pada masyarakat Kec. Kertasari, Kab. Bandung. Selain itu, BPK juga sedang melakukan pemeriksaan kinerja prioritas atas pengelolaan sumber daya air (SDA) di wilayah S. Citarum yang dimulai sejak September 2012,” kata Ahmad saat ditemui di kantornya Jalan Inspeksi Cidurian Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (27/11/12).

Terkait pemeriksaan ini, Ahmad mengatakan ada beberapa pihak yang turut mengelola DAS Citarum. Di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Dewan Nasional Sumber Daya Air Nasional/Daerah, Perum Perhutani, Perum Jasa Tirta, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, Pemkab Purwakarta, Pemkab Karawang, dan beberapa instansi terkait yang ada di Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, Ahmad juga menjelaskan paket satu sampai lima yang tengah dikerjakan BBWSC rata-rata sudah mencapai 50-60 persen pengerjaan. Paket satu di Muara Gembong, Paket dua di Bekasi-Karawang, Paket tiga di Karawang, Paket empat di Purwakarta, Paket lima di Kab. Bandung. Total panjang aliran S. Citarum yang dilalui pengerjaan kelima paket ini mencapai 165 km dengan total anggaran Rp1,2 triliun.

Paket satu sampai paket tiga difokuskan untuk peninggian tanggul dan sheet pile sedangkan paket empat difokuskan memperlebar S. Citarum dari 70 sampai 100 meter di Purwakarta sehingga tampungan airnya dari 2 juta menjadi 4 juta kubik. Sememtara itu, paket lima yang menjadi sorotan publik belakangan ini terkait pengerukan S. Citarum di kawasan Sapan (Kab. Bandung) sampai Muara Gembong (Kab.Bekasi).

BBWSC mendapat anggaran senilai Rp231 miliar untuk paket lima. Total pengerukan yang akan dilakukan dalam paket ini sebanyak 2,8 juta kubik sedimen sementara yang sudah diangkat mencapai 1,5 juta kubik. Pengerukan yang sudah dimulai November 2011 ini diharapkan rampung pada Desember 2013. (A-199/A-108). ***** ( E - Kar ).


                 GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                                         ( GPP - NKRI ) April 2013.

" Ucapan Terimakasih dari 50 Pasen kepada ELIZABETH "



Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kami dari 50 pasen mengucapkan terimakasih kepada ELIZABETH yang telah memberikan Kaki dan Tangan Palsu. Dalam rangka Hari Ulang Tahun yang ke 50 " ELIZABETH ". Tak lupa ucapan terima kasih dari Bapak Sutiaman Camat Karangpawitan Kabupaten Garut, Forum Sosial Masyarakat Garut ( FOSMAGA ), dan GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ( GPP - NKRI ) serta Yayasan Ampera Indonesia ( Y.A.I ). Semoga kedepan tambah maju dan Sukses Selalu. Amieen.

                                                                        






                                                                                                                             Foto-foto : E - Kar.

          GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                                        ( GPP - NKRI ) April 2013.

Selasa, 09 April 2013

" Hujan Terus Mengguyur, Sungai Citarum Meluap, Pekerjaan Rehabilitasi Sudah Lama di lakukan, Banjir Semakin Meluas "


Proyek Rehabilitasi yang di biayai ABPN, Pelaksanaan pekerjaan yang di kerjakan oleh PT.Waskitakarya pun masih dilakukan. Hujan yang terus mengguyur Sungai Citarum tidak dapat menampung air sehingga Banjir meluas. Daerah Cieunteung merupakan Daerah yang sudah tidak asing lagi bila Musim Hujan jadi penampungan air Sungai Citarum alias Banjir.  Yang menjadi permasalahan Guyuran Hujan sekarang ini semakin MELUAS dan Melebar ke Daerah yang tadinya tidak kena dampak Bajir.

Inilah foto-foto Daerah yang sekarang kena DAMPAK LUAPAN AIR SUNGAI CITARUM.










                                                                                                                                Foto-foto : E - Kar.

Daerah yang bertahun-tahun tidak kena Banjir sekarang di Bulan April 2013 mendapat giliran dari Luapan Air Sungai Citarum. Kegiatan ngajar mengajar di SDN. CIBADAK Kel.Andir Kec. Baleendah Kab.Bandung di Liburkan. ***** ( E-Kar )


GENERASI PENERUS PEJUANG - NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                       ( GPP - NKRI ) April 2013.

Minggu, 07 April 2013

Pelaksanaan Bakti Sosial Kaki dan Tangan Palsu



Di Hari Ulang Tahunnya yang ke 50,  Elizabeth menyelenggarakan Bakti Sosial Kaki dan Tangan Palsu sebanyak 50 orang pasien bertempat di Gedung Elizabeth Bandung.

                                                                  
                                                                           









 ( Foto : E - Kar )

GENERASI PENERUS PEJUANG- NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
( GPP - NKRI )

Kamis, 04 April 2013

PENYELENGGARAAN BAKTI SOSIAL KAKI DAN TANGAN PALSU " FORUM SOSIAL MASYARAKAT GARUT " ( FOSMAGA )


     Pelaksanaan di Hotel Elisabet jalan Ciateul Bandung pada Hari Saptu tanggal 6 April 2013 sebanyak 50 ( Lima Puluh ) Pasen yang akan menerima kaki dan Tangan Palsu. Ketua FOSMAGA Bpk Odong Sumpena. ***** ( E.Kar ).

         GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                                              ( GPP - NKRI )

Senin, 01 April 2013

Optimalisasi Pola Penanaman Pohon Das Citarum dari Desa Sapan Sampai Desa Rancamanyar Kabupaten Bandung.



I.              Pendahuluan

Salah satu kawasan yang memiliki masalah kerusakan lingkungan yang besar di Indonesia ialah DAS Citarum yang merupakan salah satu DAS Kategori I atau membutuhkan penanganan serius karena kondisinya sangat kritis. Kawasan DAS Citarum memiliki peran yang besar sebagai sistem perlindungan dan penyangga kehidupan sehingga keberadaannya perlu dikelola dengan baik agar peran tersebut tetap berfungsi secara lestari. Kerusakan di bagian hulu tidak hanya mempunyai efek yang bersifat on site tetapi juga menyebabkan efek yang bersifat off site atau kerusakan di bagian hilir. Efek dari kerusakan lingkungan dapat berdampak terhadap menurunnya ekonomi penduduk dari suatu lokasi bahkan dapat berdampak meningkatnya kemiskinan. Oleh karena itu,GPP-NKRI sebagai suatu organisasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan memandang perlu dilakukan penatagunaan lahan yang optimal di DAS Citarum dengan memperhatikan aspek ekologi dan ekonomi sehingga kawasan DAS Citarum dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan sebagai suatu kawasan lindung namun tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat. Kegiatan awal yang akan dilakukan GPP-NKRI bersama masyarakat yaitu melakukan optimalisasi penanaman pohon di Bantaran Sungai Citarum yang berada di Desa Sapan/Sumber sari sampai dengan Desa Rancamanyar Kabupaten Bandung.

II.            Maksud dan Tujuan

Rancangan kegiatan ini bertujuan untuk:

1.    Menentukan kondisi yang sebenarnya keadaan DAS Sungai Citarum
2.    Merencanakan pola penggunaan lahan dan pola areal budidaya tanaman optimal di DAS Citarum yang dapat memenuhi sasaran ekologi dan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar DAS Citarum.


III.           Rancangan Pola Tanam
Dari hasil survey yang dilakukan oleh Tim GPP-NKRI di DAS Citarum yang berada di Desa Sapan/Sumber sari sampai dengan Desa Rancamanyar Kabupaten Bandung sejauh 23,7 KM diketahui bahwa lebar bantaran sungai sangat bervariasi antara lebar 2 meter untuk areal sempit sampai dengan lebar 18 meter areal yang lebar.
Pola penanaman di bantaran Sungai Citarum dengan acuan pola tanam 2x3 meter yaitu 3 meter kearah memanjang / searah aliran sungai dan 2 meter kearah melebar / lebar dari pinggir sungai ke pinggir jalan. Dengan jarak penanaman 23,7 KM dengan lebar bervariasi antara 2 meter sampai dengan 18 meter dengan kontur dan keadaan lahan yang berbeda-beda dari estimasi perhitungan dibutuhkan 71910 pohon yang akan ditanan di kanan kiri DAS Citarum dengan pola tanam sebagai berikut :
1.    Tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) untuk ditanam dipinggir sungai sebanyak 16.284 pohon
2.    Tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) untuk ditanam dipinggir jalan sebanyak 15.000 pohon
3.    Tanaman produktif sebanyak 40.626 pohon
4.    Tanaman Tumpang sari.

III.1. Jenis Tanaman
1.    Tanaman Multi purpose tree species (MPTS) antara lain : Alpukat (Persea americana), Aren (Arenga pinnata), Asam jawa (Tamarindus indica), Jambu biji (Psidium guajava), Jeruk (Citrus spp.), Kemiri (Aleurites moluccana), Kina (Cinchona pubeschens), Mangga (Mangifera indica), Nangka (Artocarpus heterophyllus), Petai (Parkia sppeciosa), Rambutan (Nephelium lappceum), pinang.
2.    Tanaman produktif antara lain : Kayu Albasia, Kayu Sengon, Kayu Jabon, Kayu sengon, Suren, Akasia dan lain-lain.
3.    Tanaman Tumpang Sari antara lain :Bawang merah (Allium ascalonicum),Bawang putih (Allium sativum),Bayam (Amaranthus spp.), Buncis (Phaseolus vulgaris), Cabe hijau (Capsicum annum), Cabe merah (Capsicum annum), Cabe rawit (Capsicum frutescens), Jagung (Zea mays), Jahe (Zingiber officinale), Kacang merah (Vigna umbellata), Kacang panjang (Vigna sinensis), Kacang tanah (Arachis hypogaea), Kangkung (Ipomoea aquatica), Kedelai (Glycine max) , (Solanum tuberosum), Ketimun (Cucumis sativus).

IV.          Penempatan Ternak dan Kandang Ternak

Untuk memberdayakan masyarakat dan menjaga kesinambungan penanaman pohon dalam hal pemeliharaan pohon yang di tanam di kanan kiri DAS Citarum maka ditempatkan ternak yaitu Domba dan Kandangnya. Pola yang dipakai yaitu setiap kandang diisi 20 ekor dengan pemeliharaan secara bergilir. Direncanakan untuk kegiatan awal ini akan ditempatkan 80 ekor domba dan 4 kandang domba.

V.           Kegiatan yang Akan Dilaksanakan

Untuk menindak lanjuti rencana optimalisasi penanaman pohon di DAS Citarum ini akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1.    Melakukan koordinasi dengan Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH) Jawa Madura dalam hal kesiapan bibit terutama tanaman MPTS.
2.    Melakukan koordinasi dengan Desa terkait.
3.    Melakukan Koordinasi dengan Koramil terkait
4.    Melakukan audiensi dengan Desa dan Koramil tentang teknik pelaksanaan dan persiapan penanaman pohon di DAS Citarum
5.    Membuat MoU dengan Penggarap, Desa dan Koramil

VI.          Hasil Yang Akan Dicapai

Dengan Pola Tanam dan Teknik Penanaman pohon yang tepat guna di DAS Sungai Citarum dari Desa Sapan sampai d
engan Desa Rancamanyar akan dapat meminimalisir lahan kritis yang ada menjadi lahan yang produktif dan dapat memberdayakan masyarakat di sekitar DAS Citarum.


Foto-foto Bantaran DAS Citarum . Diperlukan penanganan yang serius.
Siapa yang bertanggung Jawab ?
Untuk itu marilah kita tingkatkan Rasa disiplin, tanggung jawab, kebersamaan dan melestarikan. Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu. Kembalikan SUNGAI CITARUM KEPADA HABITATNYA. 














PERSATUAN DAN KESATUA, KEBERSAMAAN DAN GOTONG ROYONG demi Lestarinya Sungai Citarum. ***** ( E. Kar ).

GENERASI PENERUS PEJUANG NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
                                         ( GPP - NKRI ) April 2013.