Rabu, 30 Oktober 2013

" Berkarya Menuju Masyarakat Sejahtera "

                                                                      
                                                    H. SLAMET HERMANSYAAH, Drs. MM.
    
                                                  Bekerja Keras, Ulet, Jujur, Cerdas Dan Iklas.

Memet begitulah nama panggilan akrabnya, yang lahir di Desa Margacina Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan pada tanggal 11 Juni 1953 dari keluarga sederhana Bapak Kartawi (alm) dikenal sebagai Bapak Upas, pensiunan Satpol PP Kecamatan Ciwaru dan Ibu Rusti asal dari Desa Margacina Kecamatan Karangkancana. H. Slamet Hermansyaah, Drs.MM. nama yang diberikan orangtuanya.
Bapak Kartiwa orang tua H.Slamet Hermansyah, Drs.MM. salah satu anggota Veteran RI sebagai Pejuang yang tanpa pamrih dimasa revolusi fisik membantu para pejabat pemerintah keresidenan Cirebon dan Kab.Kuningan juga tentara gerilya di Kecamatan Ciwaru.
Istri H.Slamet Hermansyaah, Drs.MM. yang bernama Hj. Eha Julaeha lahir tanggal 15 Desember 1959 anak ke-5 dari Bapak D.Pardi (alm) dan Ibu Wartini (alm) asal Desa Ciwaru Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan . Keluarga Sederhana sebagai pensiunan Guru SD Ciwaru I Bapak D.Pardi juga sebagai Pejuang Kemerdekaan RI, beliau tercata sebagai Anggota PETA Brigade Wilayah Cirebon.
Hj.Eha Julaeha aktif diberbagai organisasi Kewanitaan baik di tingkaty Desa maupun Kabupaten khususnya sebagai pengurus tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, aktif di organisasi PKK sejak tahun 1978 sampai sekarang.

PENDIDIKAN.

Lulus SR Margacina tahun 1966, SMP Negeri Ciwaru Angkatan Pertama tahun 1969, SMEA Negeri Kuningan tahun 1972, S1 Administrasi Negara UNTAG Cirebon tahun 1988, dan S2 Magister Manajemen Ganesha Jakarta tahun 2000.



PENGALAMAN PEKERJAAN

Staf Kecamatan Ciwaru 1972 – 1979, Kasubag TU Diparda Kab.Kuningan tahun 1979 – 1980, Kepala Kantor Kecamatan Mandirancan tahun 1980 – 1985, Kasubag Kelahiran Catatan Sipil Kab. Kuningan tahun 1985 – 1986, Kasubag Evaluasi Bagian Pembangunan SETDA Kab. Kuningan tahun 1986 – 1988, SEKMAT Kecamatan Jalaksana tahun 1988 – 1994, Kabag  TU Dinas Kehutanan dan Konsevasi Tanah tahun 1994 – 1997, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kuningan tahun 1997 – 2000, Kabag Ekonomi Setda kab. Kuningan tahun 2000 – 2001, Kabid Data dan Pensiun BKD Kab. Kuningan tahun 2001 – 2002, Kabag Humas Setda Kab. Kuningan tahun 2002 – 2004, Skretaris Inspektorat Kab. Kuningan 2004 – 2009.

PENGALAMAN ORGANISASI

Aktif di berbagai Organisasi Kecamatan, sebagai Sekretaris KUD Kecamatan Ciwaru, Sekretaris Badan Amil Zakat, Sekretaris/Ketua Sub Unit KORPRI di tingkat kecamatan dan Dinas, Ketua RT, Wakil Ketua LPM Desa Ancaran, Pengurus PMI Kab. Kuningan tahun 2001 – 2004, Ketuya Paguyuban Warga Ciawu di Perantauan dari 2010- sekarang.

PIAGAM PENGHARGAAN

1Satia Lencana Karya Setia 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia.
2. Satia Lencana Karya Setia 30 Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

VISI

                           “ BERKARYA MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA“

MISI

1.Bekerja sepenuh hati.

Sesuai harapan masyarakat, wakil rakyat mesti berkarya menampung aspirasi rakyat dalam merencanakan pembanguynan sesuai perioritas, terutama di Daviul IV yang jauh tertinggal.

2. Berdaya Kreatif.

Mempunyai kemampuan dan keahlian, kreatif dalam menentukan gagasan serta mendorong eksekutif dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

3. Membela kepentingan rakyat dan mempertahankan kebenaran dalam kehidupan masyarakat yang maju dinamis, bermoral tinggi, agamis bermartabat

                                         H. SLAMET HERMANSYAAH, Drs. MM. ( MEMET )

Sosok pribadi yang santun, bekerja keras, ulet, jujur, cerdas dan iklas. Mantan birokrat yang bersih, pengabdiannya sebagai PNS di PEMDA Kabupaten Kuningan selama 36 tahun berpengalaman di berbagai bidang pemerintahan.
Pribadi yang ramah, merakyat, dekat dengan rakyat kecil, selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat demi meningkatkan pembangunan.
Terjun ke dunia Politik terdorong oleh keinginan luhur, ingin memperjuangkan kepentingan rakyat dalam upaya meningkatkan pembangunan yang merata di wilayah Kuningan Timur khususnya DAPIL IV ( Kecamatan Ciwaru, Karangkancana, Luragung, Cibingbin, Cibeureum dan Cimahi ) yang selama ini belum maksimal diperjuangkan oleh wakil-wakil rakyat di DAPIL IV.
Sebagai putra asli daerah Karangkancana - Ciwaru Desa Margacina, bertekad menjadi wakil rakyat yang mampu mengemban amanat rakyat, aspiratif dan akan memperjuangkan kepentingan rakyat ( konstituennya ). 
Bila terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuningan, bertekad untuk senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan bersama pemerintah Daerah dengan prioritas pembangunan bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, agama, insprastruktur yang selama ini masih ketinggalan.
Prioritas lain yang perlu mendapat perhatian yaitu pendidikan agama terutama kesejahteraan guru-guru ngaji lainnya.
Untu itu semua kami mohon do'a dan dukungannya Insya Allah pilihan terbaik masyarakat Kabupaten Kuningan khususnya DAPIL IV kepada H.Slamet Hermansyaah, Drs.MM. CALEG NOMOR 4 dari Partai Demokrat ( Pituin asli putra Karangkancana - Ciwaru Desa Margacina ). Semoga niat dan cita-cita kami terwujud dan mendapat Ridho Allah SWT, Amin. ***** ( E.Kar/GPP-NKRI )

                                 Gerasi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia
                                                               ( GPP - NKRI ) 2013.

Selasa, 22 Oktober 2013

" Perjanjian Perjanjian Bersejarah "


1. Perjanjian Bongaya tahun 1666 Masehi.
    Isi perjanjian                    :    Raja Hassanudin dari Makasar menyerahkan Pada VOC.

2. Perjajian Jepara tahun 1676 Masehi.
    Isi Perjanjian                    :    Sultan Amangkurat II Raja Mataram harus menyerahkan pesisir utara Jawa
                                                 Jika VOC menang dalam pemberontakan Trunojoyo.

3. Perjanjian Gianti tahun 1755 Masehi.
    Isi Perjanjian                    :     Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua bagian, yaitu Yogyakarta dan 
                                                  Surakarta.

4. Perjanjian Salatiga tahun 1757 Masehi.
    Isi Perjanjian                    :      Surakarta dibagi menjadi dua yaitu : Kesunanan dan Mangkunegara.

5. Perjanjian Kalijati tahun 1942.
    Isi Perjanjian                    :       Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

6. Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947.
    Isi Perjanjian                    :       - Belanda mengakui kedaulatan RI atas Sumatera, Jawa dan Madura.
                                                   - Belanda dan RI akan bekerja sama membentuk Negara Indonesia 
                                                      Serikat

7. Perjanjian Renvile 17 Januari 1948.
    Isi Perjanjian                    :      RI mengakui daerah-daerah yang diduduki Belanda pada Agresi I menjadi 
                                                   daerah Belanda.

8. Perjanjian Roem Royen 7 mei 1949.
    Isi Perjanjian                  :       Pemerintah Indonesia akan dikembalikan ke Yogyakarta.
                                                 Indonesia dan Belanda akan segera mengadakan perundingan di KMB 
                                                 ( Konferensi Meja Bundar ).

9. Perjanjian KMB ( Konferensi Meja Bundar ) berlangsungnya pada tanggal 23 Agustus 1949.
    Isi Perjanjian                 :       Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat.
                                                Irian Barat akan diserahkan setelah pengakuan kedaulatan.

10. Perjanjian New York 15 Agustus 1962.
      Isi Perjanjian               :       Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB akan 
                                                diadakan penentuan pendapat masyarakat Irian Barat.

11. Perjanjian Bangkok 11 Agustus 1966.
      Isi Perjanjian              :       RI menghentikan Konfrontasi dengan Malaysia.


                             Generasi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia
                                               ( GPP - NKRI ) Oktober 2013.
                                                         

Minggu, 13 Oktober 2013

" WORKSHOP PENANGANAN DAS CITARUM "



Pemerintah Kabupaten Bandung Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan pada hari rabu tanggal 2 Oktober 2013 bertempat di Gedung ANTHORIUM Kopo Square Bandung. Menyelenggarakan WORKSHOP Penanganan DAS Citarum Terpadu yang dilanjutkan dengan Koordinasi Program Kerja atau Rencana kegiatan dari berbagai Stakholder terkait untuk melaksanakan Penanganan dan Pengelolaan Hulu DAS Citarum secara Sabilulungan. ***** ( E.Kar/GPP-NKRI ).




                                                                           

                                                                  

Sabtu, 12 Oktober 2013

ARTI LAMBANG NEGARA INDONESIA


Nama Negara                            : Republik Indonesia.
Bentuk Dasar Negara                 : Kesatuan.
Dasar Negara                             : Pancasila.
Kepala Negara                           : Presiden.
Undang-Undang Dasar               : UUD 1945.
Bendera Kebangsaan                  : Merah Putih.
Lagu Kebangsaan                       : Indonesia Raya.
Semboyan Negara                      : Bhineka Tunggal Ika.
Lambang Negara                        : Burung Garuda Pancasila.

Lambang Negara Kita : Garuda Pancasila yaitu berupa gambar burung Garuda yang menengok ke kanan dan kedua sayap terbentang.
                                                                          

Jumlah bulu-bulunya adalah sebagai berikut  :
Pada tiap Sayap            : 17.                    Pada Ekor                   :  8
Dibawah Perisai            :  19.                   Di leher                        :  45.
Hal itu melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu : 17 - 8 - 1945.
Pada leher burung garuda tergantung sebuah perisai.
Dalam Perisai itu terdapat gambar-gambar yang melambangkan pancasila, yaitu :

Bintang                          : Ketuhanan Yang Masa Esa.
Rantai Baja                    : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
Pohon Beringin               : Persatuan Indonesia.
Kepala Banteng              : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan
                                           perwakilan.
Padi dan Kapas              : Keadalain Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Garis yang melintang pada perisai yang digambar tebal melambangkan bahwa Indonesia dilalui garis Katulistiwa.
Kaki burung garuda Pancasila mencengkeramkan sebuah pita yang melengkung ke atas, pada pita itu ada tulisan " BHINEKA TUNGGAL IKA " yang berasal dari buku sutasoma karangan Empu Tantular.

" BHINEKA TUNGGAL IKA " berarti " Berbeda-beda tapi tetap satu jua ". Maksudnya ialah Kita bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku, kesenian, bahasa, adat dan agama tetapi kita merupakan satu bangsa, dengan satu kebudayaan nasional, dengan satu bahasa Indonesia.

 Lambang Negara RI Garuda Pancasila, ditetapkan sebagai lambang Negara dalam peraturan pemerintah No.43 tahun 1958.

Dasar Negara Kita Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia 4, Yang berbunyi : 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.;
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

                             Generasi Penerus Pejuang Negara Kesatuan Republik Indonesia
                                                     ( GPP - NKRI ) Oktober 2013.
                                                                   

Rabu, 09 Oktober 2013

Panen Perdana Kacang Tanah



Pada saat Panen Pertama Kacang Tanah yang dilaksanakan GPP-NKRI bersama Masyarakat, hasil yang di dapat sebanyak 350 Kg Kacang Tanah. ***** ( E.Kar/GPP-NKRI ).

Hasil Konservasi Penanaman Pohon & Tumpangsari di Bantaran DAS Citarum

Suatu perubahan yang dihasilkan dalam melaksanakan Konservasi di Bantaran DAS Citarum Oleh GPP-NKRI bersama Masyarakat yang dimulai dari bulan Juni 2013 sampai 0ktober 2013 dengan Gerakan penanaman pohon, perkebunan dan pertanian . Atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan Atas kesamaan visi/misi, serta semangat yang tinggi nan tiada henti selama ini yaitu perjuangan untuk segera terwujudnya masyarakat/bangsa Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur sesuai cita-cita luhur para pendiri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka inilah salah satu kegiatan yang dihasilkan GPP-NKRI bersama Masyarakat dalam melaksanakan Penanaman Pohon dan tanaman tahunan, serta tumpang sari yang mempunyai fungsi koservasi dan nilai ekonomi. Semua ini merupakan gagasan awal dengan keterbatasan pasilitas yang dimiliki. ***** ( E.Kar/GPP-NKRI ).

                                                               






Foto-foto salah satu perubahan Bantaran DAS Citarum **** ( Foto:E.Kar/GPP-NKRI )